Pada tanggal 6 Februari 2026, masyarakat Desa Pandean kembali melaksanakan kegiatan kearifan lokal Nyadran atau Sadran, sebuah tradisi tahunan yang dilakukan sebelum memasuki bulan puasa. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan makam leluhur, mendoakan arwah, dan memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Kegiatan Nyadran di Desa Pandean dilaksanakan di tujuh dusun di Desa Pandean, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh kaum/ modin dusun. Setiap dusun menyiapkan kegiatan dengan penuh kebersamaan dan gotong royong, mulai dari membersihkan makam hingga menggelar tahlilan dan doa bersama.
Tradisi Nyadran ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda mengenai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal desa. Selain itu, kegiatan ini memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan warga, karena seluruh warga dari berbagai usia ikut berpartisipasi.
Dengan terlaksananya Nyadran/Sadran, Desa Pandean menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di masyarakat. Tradisi ini menjadi salah satu momen penting yang selalu dinantikan warga sebelum memasuki bulan puasa.